Jumat, 19 Oktober 2012

Good Corporate Governance pada Bank Internasional Indonesia


Anggota Kelompok :
Devin Pratama
Fajar Mauludi H
Henricus Indra P
Muhamad Rayhan
Ricky Yaminsyah
Rio Sempana A
Rizkia Yusuf
Yuda Nurfika


Pelaksanaan Good Corporate Governance pada Bank Internasional Indonesia

GCG diyakini sangat penting untuk mencapai tujuan BII menjadi organisasi yang kompetitif, didukung oleh sumber daya manusia yang handal serta menghargai nilai-nilai kerjasama kelompok, menjunjung integritas, pertumbuhan, kesempurnaan, efisiensi dan relationship building.
Berikut adalah laporan GCG yang menggambarkan pemenuhan struktur, proses serta hasil pelaksanaan GCG di BII yang diwujudkan melalui mekanisme sebagai berikut:
1.                  Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi.
Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi secara berkala, melalui pemberian arahan, nasihat maupun meminta pertanggungjawaban Direksi dalam setiap keputusan yang diambil. Pengawasan tersebut dilaksanakan antara lain melalui rapat berkala Dewan Komisaris dengan Direksi atau melalui laporan-laporan yang disampaikan secara khusus oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Remunerasi dan Nominasi, Direktur Kepatuhan atau melalui sarana komunikasi tertulis lainnya.

2.                  Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite-komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian intern bank.
BII menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dalam melaksanakan implementasi strategi dan monitoring kinerja. Hal ini sejalan dengan kebijaksanaan perusahaan yang menilai prestasi dan penghargaan berdasarkan basis kinerja. Sasaran strategik dikonversikan menjadi Key Performance Indicator (KPI) yang disepakati bersama oleh jajaran Direksi dan diturunkan sampai jajaran paling
bawah. Hal tersebut untuk memastikan bahwa strategi dapat fokus dan berjalan dengan baik.
Kerangka KPI 2011 yang digunakan telah disusun agar dapat dengan mudah mencapai tujuan strategi yang ditetapkan dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
1.         Financial Perspective (pemantauan biaya).
2.         Business Process Improvement.
3.         Customer perspective.
4.         Talent Management and Employee Engagement.

Prosedur penilaian dan persetujuan KPI Setelah ditetapkan oleh Direksi, Komite Remunerasi dan Nominasi melakukan penilaian atas KPI tersebut yang kemudian dilanjutkan dengan proses persetujuan dari Dewan Komisaris. KPI Direksi untuk tahun 2011 telah disetujui oleh rapat Dewan Komisaris yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2011.

3.                  Penerapan fungsi kepatuhan, auditor internal dan auditor eksternal.
Penerapan Fungsi Kepatuhan dilaksanakan dengan menekankan pada peran aktif dan tanggung jawab dari seluruh karyawan Bank. Hal ini tercantum di dalam Kode Etik Pedoman Tingkah Laku dan Board Manual yang merupakan salah satu kebijakan dalam menerapkan tatakelola perusahaan yang baik (GCG) serta penerapan prinsip kehati-hatian (prudential banking principles) dalam seluruh kegiatan perbankan sebagai upaya untuk menciptakan perbankan yang sehat.
Secara khusus, Fungsi Kepatuhan diemban oleh organisasi kepatuhan yang terdiri dari Direktur yang membawahi Fungsi Kepatuhan, Kepala unit kerja kepatuhan dan satuan kerja kepatuhan. Seluruh elemen organisasi kepatuhan berstatus independen. Status independensi yang disandang elemen organisasi fungsi kepatuhan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan menghindari konflik kepentingan (conflict of interest).

4.                  Penerapan manajemen risiko, termasuk system pengendalian intern.
Pengelolaan Risiko Kepatuhan yang baik dan tepat waktu diharapkan dapat meminimalisir dampak risiko sedini mungkin. Dengan demikian peran dan Fungsi Kepatuhan maupun satuan kerja kepatuhan ke depan tidak hanya melihat suatu kejadian yang bersifat ex-ante melainkan juga harus mampu mengelola Risiko Kepatuhan agar sejalan dengan penerapan manajemen risiko yang telah berjalan di
bank secara keseluruhan.

5.                     Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar.
Bank telah memiliki kebijakan internal mengenai mekanisme pemantauan penyediaan dana dengan memperhatikan penyebaran/diversifikasi portofolio penyediaan dana yang diberikan dan Bank telah menetapkan kebijakan internal mengenai limit penyediaan dana, seperti penetapan limit industri dan in-house limit.
Penetapan limit industri merupakan upaya bank dalam menghindari risiko konsentrasi kredit yaitu risiko penyaluran kredit yang terkonsentrasi pada sektor industri tertentu.
Limit industri ditetapkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
a.        Visi manajemen dan pasar potensial atas masing-masing industri.
b.        Pengalaman bank dalam menangani industri tertentu
c.        Komposisi portofolio kredit saat ini

6.                  Rencana strategis Bank.
Rencana Bisnis Bank pada tahun 2011 disusun dengan memperhatikan faktor-faktor eksternal dan internal yang disertai prinsip kehati-hatian. Penyusunan Rencana Bisnis Bank mengacu kepada visi dan misi Bank yang telah ditetapkan sejak awal untuk memastikan konsistensi rencana bisnis jangka panjang dengan jangka menengah dan pendek.
Dalam jangka panjang, Bank memiliki aspirasi untuk menjadi
penyedia jasa keuangan terbaik pada segmen pasar yang
dilayani pada 5 (lima) area bisnis utama Bank, yaitu:
1.        Pembiayaan pada industri transportasi;
2.        Sistem pembayaran dalam mata uang USD;
3.        Supply Chain Financing di segmen UKM & Komersial;
4.        Structured Trade Financing dan Resources Based Industry di segmen Korporasi;
5.        Bisnis kartu kredit.

7.                  Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan Bank.
Penyusunan dan penyajian laporan keuangan dan non keuangan telah dilakukan sesuai dengan tata cara, jenis dan cakupan menurut ketentuan yang berlaku dari Bank Indonesia.
Sebagai salah satu bentuk transparansi dan ketersediaan akses informasi data perusahaan, selama 2011, bank mempublikasikan informasi dan data perusahaan.
Informasi mengenai laporan keuangan dan data perusahaan disajikan pula melalui home page PT Bank Internasional Indonesia Tbk (www.bii.co.id) sehingga dapat diakses oleh seluruh stakeholders PT Bank Internasional Indonesia Tbk.

Laporan Pelaksanaan GCG terdiri dari transparansi penerapan pelaksanaan GCG dan kesimpulan umum hasil self-assessment pelaksanaan GCG yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan BII.
Hal ini merupakan bentuk transparansi kondisi keuangan dan non keuangan kepada publik sesuai dengan penerapan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 8/4/PBI/2006 tanggal 30 Januari 2006 sebagaimana telah diubah melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/PBI/2006 tanggal 5 Oktober 2006 serta Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/12/DPNP tanggal 30 Mei 2007 tentang Pelaksanaan GCG Bagi Bank Umum.

Minggu, 07 Oktober 2012

Tugas Komite Audit dalam Sarbanes-Oxley Act

Dalam Sarbanes-Oxley Act disebutkan bahwa tugas dari Komite Audit adalah sebagai berikut :

- Melakukan seleksi, menghitung kompensasi dan mengawasi KAP yang mengaudit
   korporasi
- Menjadi anggota independen dalam dewan komisaris
- Menyelenggarakan prosedur untuk menangani komplain-komplain yang berkaitan
   dengan akuntansi, pengendalian internal, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan audit
- Menelaah dan menyetujui jasa audit dan jasa-jasa lain yang diberikan oleh KAP.

Hal-hal yang Diatur dalam Sarbanes-Oxley Act


- Menetapkan beberapa tanggung jawab baru kepada dewan komisaris, komite audit
  dan pihak manajemen
- Mendirikan The Public Company Accounting Oversight Board, sebuah dewan yang
   independen dan bekerja full-time bagi pelaku pasar modal
- Penambahan tanggung jawab dan anggaran SEC secara signifikan
- Mendefinisikan jasa “non-audit” yang tidak boleh diberikan oleh KAP kepada klien
- Memperbesar hukuman bagi terjadinya corporate fraud
- Mensyaratkan adanya aturan mengenai cara menghadapi conflicts of interest
- Menetapkan beberapa persyaratan pelaporan yang baru.

SARBANES-OXLEY ACT


Senator Paul Sarbanes (Maryland) dan Representative Michael Oxley (Ohio) adalah sosok dibalik munculnya Undang-undang ini, dan Presiden George W. Bush menandatanganinya pada tanggal 30 Juli 2002.
Undang-undang ini dikeluarkan sebagai respons dari Kongres Amerika Serikat terhadap berbagai skandal pada beberapa korporasi besar seperti: Enron, WorldCom (MCI), AOL TimeWarner, Aura Systems, Citigroup, Computer Associates International, CMS Energy, Global Crossing, HealthSouth, Quest Communication, Safety-Kleen dan Xerox; yang juga melibatkan beberapa KAP yang termasuk dalam “the big five” seperti: Arthur Andersen, KPMG dan PWC.
Semua skandal tersebut merupakan contoh bagaimana fraud schemes berdampak sangat buruk terhadap pasar, stakeholders dan para pegawai.
Dengan demikian, dengan dikeluarkannya undang-undang ini, ditambah dengan beberapa aturan pelaksanaan dari Securities Exchange Commision (SEC) dan beberapa self regulatory bodies lainnya, diharapkan dapat meningkatkan standar akuntabilitas korporasi, transparansi dalam pelaporan keuangan, memperkecil kemungkinan bagi perusahaan atau organisasi untuk melakukan dan menyembunyikan fraud, serta membuat perhatian pada tingkat sangat tinggi terhadap corporate governance. Saat ini, corporate governance dan pengendalian.

Rabu, 13 Juni 2012

Problems in Learning English


Since I learn English, there are several methods that are easy to understand and there is also a bit difficult to understand.
And according to my own, I understand the easy method of learning English is a method of applying the approach between teachers and students, so as to create a communication that is easly understood.
If this has been done, by itself will create a conducive learning atmosphere, so the students would feel more comfortable with the teacher and the material.

Difficulty
Difficulties in English which I think is the problem of listening. many things that affect this issue, among others: poor loudspeakers, intonation is different for each person as they speak, and different forms of the tongue that can affect whether or not speak clearly

Kamis, 12 April 2012

Modal Auxiliaries and Similar Expression


AUXILIARY USESS PRESENT/FUTURE PAST
May 3) Less than 50%   Vassos Shiarly said the government is ready to take any 
    additional austerity measures that may be required to meet the target 
2) Formal Permission May spark increasing concern regardling the pace of  
  the ongoing U.S. economic expansion.  
Might 1) Less than 50%   President Obama promised to double exports over the next
     five years. The U.S. might actually meet that target.
2) Polite request Is The lending agency might need as   
   large a boost in financial resources ?  
Should 1) Advisability   China should have guarded against a hard landing  
    through fiscal policies designed to support consumption.
2) 90% certainty  it also said that China's central bank should   
  resist cutting interest rates for the time being.  
Ought to 1) Advisability   they ought to learn from these mistakes and progressively 
    adopt beliefs consistent with economics instead. 
2) 90% certainty We ought to think and plan ahead  
   for other branches of science.  
Had Better 1) Advisability with They had better have a quality of being desirable and   
    threat of bad result have enough of value to be saleable.  
Be Suppoed to 1) Expectation in theory all these different variants are supposed to be   
  committed to the flourishing of the individual.  
Be to 1) Strong expectation the suppliers of credit, the bankers, must   
  be to blame.  
Must 1) Strong necessity who must court the votes of the 99 %  
   for their own re-election  
Have to 1) Necessity you have to go back only one step to find the cause.   
2) Lack of necessity you don't have to go back only one step to    
  find the cause.  
Have got to 1) Necessity we have got to realize they are not just   
  women's issues   
Will 1) 100% certainty  the World Bank, will hold their spring meetings  
   in Washington at the end of next week.  
2) Willingness discussions will be preceded by a meeting of   
  finance ministers  
Be going to 1) 100% certainty The business recovery is not going to falter  
2) definite plan  I'm going to go where the jobs are  
can 1) possibility We can ignore the financial mess in Europe and be assured it  
2) impossibility We can't be ignore the financial mess in   
  Europe and be assured it  
Could 2) Polite request could you first outline what you mean by liberalism?  
1) Past ability    I'm so glad we could clear that up last week
be able to 1) ability  insurance companies will no longer be able to   
  deny coverage based on preexisting conditions  
Would 1) Polite request Would you want to give me an economic science?  
2) Preference 10 million college students would get their financial   
  aid cut by $1,000  
used to 1) Repeated action    Obama used to talk about economy in his politic activity
    in the past    
shall 1) Polite question to Shall he explain about our economy activity?  
    make a suggestion    
2) Future with "I" or I shall explain about ecomoy activity  
    "we" as subject    

Selasa, 13 Maret 2012

Conditional Sentences / If-Clauses


Type I, II and III

Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled.
There are three types of Conditional Sentences ;

!.          Conditional Sentence Type 1 (Future-Possible)

A conditional sentence has two clauses, a dependent clause beginning with if and a main clause.
In a future possible conditional sentence, the dependent clause is in the present tense and the main clause is in the future tense.

            if + Simple Present, will-Future  
            If you study, you will pass your exam.

The main clause can also be at the beginning of the sentence. In this case, don't use a comma.
Example : You will pass your exam if you study

The Point :     Conditional Sentences Type I refer to the future. An action in the future will only happen if a certain condition is fulfilled by that time. We don't know for sure whether the condition actually will be fulfilled or not, but the conditions seems rather realistic – so we think it is likely to happen.
Example :       If he tries hard, he will find a job somewhere.
Fact :               It is possible that later he will tries hard to find a job.

2.                   Conditional Sentence Type 2 (Present-Unreal)

In a presenr-unreal conditional sentence, the dependent clause in in the past tense and the main clause uses wuld, should, could, or might.

if + Simple Past, main clause with Conditional 1
If you studied, you would pass your exam.

Dependent clauses of present-unreal conditional sentences use the past tense of all verb except to be. To be uses were in all persons in these clauses.
            Example :        I were                          We were
                                    You were                    You were
                                    He were
                                    She were                     They were
                                    It were
                                   
If I were you, I would study

The Point:      Conditional Sentences Type II refer to situations in the present. An action could happen if the present situation were different.
“I don't really expect the situation to change, however. I just imagine „what would happen if …“
Example :       If he attended class regularly, he would make good progress.
Fact :              He don’t attend class regularly, so he will not make a good progress.

3.                   Conditional Sentence Type 3 (Pasr-Unreal)

In a past-unreal conditional sentence, the dependent clause is in the past perfect tense and the main clause uses would have, sould have, could have, or might have.

            if + Past Perfect, main clause with Conditional II
            Example : If you had studied, you would have passed your exam.

The Point :     Conditional Sentences Type III refer to situations in the past. An action could have happened in the past if a certain condition had been fulfilled. Things were different then, however. We just imagine, what would have happened if the situation had been fulfilled.
Example :       If I had had your address, I would have wrote to you.
Fact :               He didn’t have your address, so he didn’t write to you.